Jumat, 25 November 2022

PPG: Perjuangan Panjang menjadi Guru yang Sejati

"Semoga saja saya diberikan kesempatan untuk menjadi guru yang profesional"

Saya mengajar di sebuah sekolah sudah berjalan selama lima tahun. Banyak yang bilang usia lima tahun dalam hal mengajar itu masih sangat muda. Biasanya, yang muda masih minim pengalaman. Sehingga ketika hendak mengajar, dalam praktiknya sungguh sangat jauh dari kata sempurna. Banyak dari siswa yang pernah saya ajari merasa jenuh dengan cara saya mengajar. Tentu para siswa tidak langsung mengkomplain tentang masalah itu ke saya. Akan tetapi, saya bisa merasakan itu sendiri.

Kecendrungan siswa tidak memiliki minat belajar terhadap mata pelajaran yang saya ajarkan tersebut mengindikasikan bahwa mereka bukan tidak menyukai pembelajarannya melainkan cara saya mengajar lah yang mungkin kurang menarik. Di situ saya mulai menyadari bahwa ada yang harus saya rubah dari cara saya mengajar. Saya mulai berpikir tentang berbagai cara untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya dalam hal mengajar. Beruntung melalui SIMPKB saya diundang untuk mengikuti seleksi Pendidikan Profesi Guru atau yang disingkat PPG.

Undangan untuk mengikuti PPG adalah momen berharga yang tidak boleh saya sia-siakan. Saya sangat bersemangat mengikuti seleksi tersebut. Alhamdulillah, saya pun lulus dalam seleksi tersebut. Setelah lulus, saya menunggu beberapa saat hingga dipanggil kembali untuk melengkapi berkas-berkas yang disyaratkan untuk mengikuti perkuliahan.

Kini saya sedang mengikuti kegiatan perkuliahan. Hari-hari pertama saya menjalani kegiatan tersebut dengan penuh semangat. Hanya saja saya belum bisa keluar dari karakter asli saya. Yaitu, Pendiam. Pendiam merupakan karakter yang paling saya benci dalam diri saya. Karena mulut yang kaku seperti sudah karatan karena tidak dibiasakan untuk berargumen dalam diskusi.

Masalah lain yang saya alami adalah ternyata saya masih kurang kemampuan dalam menyusun rencana pembelajaran seperti membuat rencana pembelajaran yang inovatif, materi ajar yang komplit, media pembelajaran yang kontekstual, LKPD yang menarik, dan instrumen penilaian, rubrik, serta kisi-kisi soal. Hingga saya baru menyadari bahwa kemampuan saya dalam menangkap materi selama kuliah sangat lemah. Sampai sekarang saya hanya berusaha dan berdoa. Semoga saja diberikan kesempatan untuk sukses dalam program pendidikan profesi guru ini.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Juga

PPG: Perjuangan Panjang menjadi Guru yang Sejati

Populer